Mengatasi Layar Biru / Blue Screen of Death (BSOD)

Posted by Rifqi Rasis On Sabtu, 16 Juni 2012 0 komentar


Layar Biru, sisi paling menyebalkan dari Windows - tampilan General Protection Fault - "A fatal exception XY has occured at xx:zz in XYZ. The current application will be terminated".
Mau tidak mau WIndows pun harus di-restart. Jika Anda seringkali melihat GPF, berarti PC Anda memiliki dua atau lebih DLL yang bermasalah. Jangan takut, bersiaplah untuk menggali Windows dalam-dalam dan melihat apa yang menyebabkan masalahnya.
  • Periksa Driver . Pusat pengendali dan konfigurasi seluruh driver dalam Windows terletak pada Device Manager ( dapat diakses cepat melalui klik kanan My Computer dan memilih Properties). Di sini banyak kesalahan konfigurasi yang langsung terlihat saat menjalankannya: Bila ada 'tanda tanya', 'tanda seru kuning', atau 'tanda palang merah' pada salah satu device, berturut-turut hal ini berarti Windows tidak dapat mengenalinya, tidak berfungsi dengan benar, ataupun tidak aktif. Dialog Properties menggambarkan penyebab masalah dengan sebuah kalimat pendek. Konflik resources, misalnya penggunaan sebuah interrupt oleh beberapa komponen akan ketahuan. Sering laporannya berbunyi "Sebuah perangkat yang tersambung tidak berfungsi benar" atau "Drivernya tidak terinstalasi atau belum sepenuhnya terinstalasi". Dengan laporan kesalahan yang kurang informatif semacam itu mungkin diperlukan instalasi ulang driver. Bila memang demikian, gunakan kesempatan tersebut untuk men-download driver terbaru dari website produsennya. Untuk instalasi driver baru, sayangnya tidak tersedia panduan standard. Mungkin sebelum instalasi ada baiknya Anda perlu menyingkirkan driver yang lama atau menghapus simbol device dari Device Manager. Yang terbaik, ikuti saja panduan instalasi dari masing-masing produsen driver.
  • Gunakan Driver terbaru. Walaupun Device Manager tidak menampilkan pesan kesalahan instalasi, driver bisa saja tidak berfungsi pada sistem. Banyak konflik dan ketidakcocokan hanya tampil sesekali, sehingga Windows tidak langsung dapat mengetahuinya. Meskipun demikian tak perlu menggunakan tool Disassemler, Debugger atau Logic-Analyzer. Kebanyakan produsen melaksanakan pekerjaan rumahnya dan dengan cepat menyediakan update untuk mengatasi bug yang ada. Yang sering jadi masalah adalah driver untuk Graphic Card dan Chipset Motherboard. Tetapi pada dasarnya setiap komponen dapat menyebabkan crash sistem. Karena itu sebaiknya gunakan driver terbaru untuk setiap perangkat (motherboard, graphic card, sound card, network card, dll) yang tersedia pada website produsen masing-masing. Khusus bagi motherboard, bisa diperlukan 5 hingga 6 paket driver (untuk controller IDE, dukungan AGP, USB, dll). Bila Anda tidak mengenal produsen board atau graphic card, atau produsennya tidak menawarkan update, gunakan driver referensi produsen chipset (Intel, VIA, ALI atau SiS untuk board - NVDIA atau S3 untuk graphic card). Bila Anda ragu atau tidak mengetahui mereknya, lihat nama driver atau tulisan pada chip agar dapat mengenali siapa produsennya. Setelah instalasi semua driver baru, Anda tidak hanya memiliki driver yang telah diperbaiki dan biasanya lebih cepat, tetapi juga membuat sebuah sistem yang lebih stabil.
  • Uninstall program baru. Jika PC Anda berhenti bekerja atau mengunci setelah Anda menginstall sebuah program baru, unistall program tersebut. Jika memang ini penyebabnya, komputer Anda akan segera normal kembali.
  • Periksa DLL-nya Dynamic Link Libraries adalah program kecil yang menggunakan - dan seringkali digunakan bersama - oleh aplikasi-aplikasi Windows. Pertama kali, carilah apakah ada dua atau lebih DLL yang sama. Bandingkan versi-versi yang ada, lalu hapuslah yang lebih lama. Ikuti langkah-langkah berikut : Dari desktop Windows, tekan F3, yang memunculkan kotak Find: All Files (atau kotak Search Results pada Windows Me). Pastikan Include subfolders diberi tanda check (pada Windows Me "Advance Options dan Search Subfolders) dan field "Look in" menampilkan My Computer, lalu ketikkan *.dll pada field "Named". Jendela hasil akan dipenuhi file. Sortirlah file-file tersebut dengan memilih View-Details dan mengklik heading kolom "Name". Tip pencarian : untuk mempermudah pencarian, pertamakali carilah DLL yang menyebabkan sebagian besar masalah. Biasanya adalah file yang diawali dengan huruf berikut: BWCC, CO, CTL, MFC, MSV, dan OLE. Gunakan trik "wild card" ( * dan ? ) dan .dll setelah setiap set huruf tersebut. Sebagai contoh, mengetikkan MFC*.dll akan mencari semua DLL yang diawali dengan MFC.
  • Bandingkan duplikatnya. Untuk melakukannya, klik kanan setiap file duplikat, pilih Properties, dan klik tab Version. Lalu bandingkan versi-versi tersebut. Perlu diingat, Tanggal tidaklah penting, yang lebih pentih adalah versinya.
  • Gantilah nama DLL. Jika Anda mendapati DLL dengan nomor versi yang lebih rendah pada sebuah folder Windows System, jangan hapus DLL tersebut. Sebaliknya, sorotlah file tersebut dan tekan F2 untuk mengubah nama ekstensi file menjadi .d_l. Melakukan hal ini akan membuat versi lama tersebut tetap ada tetapi tidak bisa dijalankan, dan memaksa program untuk mencari DLL yang benar ke folder System. Setelah mengubah setiap nama DLL ini, restarlah PC Anda. Jika tidak ada masalah, ubahlah nama DLL lama lainnya. Jalan pintas : Downloadlah DLL Checker (www.vb2java.com), sebuah program shareware yang mencari dan menyorot DLL yang jumlahnya lebih dari satu; dengan cara ini pengubahan nama DLL dapat diakukan dengan cepat dan mudah.
  • Update BIOS Anda. Bila segala update driver dan manipulasi DLL tidak banyak menolong, sudah saatnya Anda masuk ke dalam BIOS atau disebut induk semua driver. Update BIOS juga tersedia pada website produsen BIOS bersangkutan. Sebuah referensi BIOS untuk motherboard tidak ada. Berhubung saat meng-update BIOS Anda mengakses jantung PC, ikuti dengan cermat panduan produsen dan lakukan langkah demi langkah pengamanan, misalnya backup BIOS yang lama. Soalnya bila updatenya gagal, seluruh board tidak dapat dipakai. Setelah Update, jalankan sistem dengan setting standard (default). Bila PC berjalan stabil, Anda dapat mulai mengoptimalkan BIOS.
  • Mendiagnosa Hardware : Mencari sumber masalah secara sistematis. Bila tip di atas tidak membawa hasil, mungkin kesalahan terletak pada hardware. Tidak perlu ragu, tanpa lulus studi fisika atau elektro pun Anda bisa mencari penyebabnya. Setelah casing dibuka, pertama-tama periksa semua komponen: Apakah prosesor telah dipasangkan dengan baik pada soket atau slotnya. Demikian juga modul RAM, kartu ISA atau PCI dalam slot masing-masing. Perlu juga diperhatikan graphic card AGP yang sering membuat masalah, karena kontaknya dengan slot AGP sangat sensitif dan gampang bermasalah jika graphic card tidak tepat pada dudukannya. Periksa juga semua hubungan kabel. Bila kontak catu daya untuk harddisk tidak stabil dapat menyebabkan crash. Demikian pula kabel printer yang tidak dihubungkan dengan benar. Disamping itu Anda dapat memeriksa, apakah ada komponen yang menunjukkan tanda-tanda anomali (misalnya kondensator jadi berwarna atau sebagainya). Komponen tertentu bisa langsung terlihat bila mengalami kerusakan. Terakhir, hidupkan PC dalam keadaan casing yang terbuka dan periksa, apakah semua kipas berfungsi, baik itu kipas untuk CPU, graphic card, dan daya. Komponen yang membutuhkan pendinginan aktif dapat berhenti berfungsi jika kipasnya tidak jalan. Bila dengan semua tip di atas Anda belum berhasil, hanya satu yang dapat dilakukan: Singkirkan semua komponen, kecuali processor, RAM, harddisk dan graphic card. Bila PC berjalan stabil dalam konfigurasi minimal tersebut, kembalikan satu persatu komponen lainnya yang dilepas ke tempat masing-masing.

Semoga artikel Mengatasi Layar Biru / Blue Screen of Death (BSOD) bermanfaat bagi Anda.

Jika artikel ini bermanfaat,bagikan kepada rekan melalui:

Posting Komentar

Ip Address Location

Powered by IP Address Locator